Appron

DIGEMARI ORANG INDONESIA, TEMPE ATAU TAHU YANG LEBIH BAIK?

Sudah jadi hal yang tak asing bagi orang Indoensia untuk menyajikan tahu atau tempe sebagai lauk dalam menghidangkan masakan hampir setiap harinya. Rasanya yang lezat, harganya yang merakyat, hingga kandungan protein dan gizi tinggi dalam tempe dan tahu menjadikan ibu-ibu merasa cocok menjadikannya sebagai lauk pendamping masakan lain seperti sayur sup, cah kangkung, hingga sawi putih.

Meski sama-sama benilai gizi dan protein yang tinggi, proses pembuatan tempe dan tahu memiliki beberapa perbedaan loh #Approntice, sampai ada salah satu dari keduanya yang ternyata memiliki kandungan gizi yang lebih menyehatkan. Berikut ulasan #TeamAppron.

Bahan baku tempe dan tahu seperti yang kita tahu, berasal dari kedelai. Secara alami, kedelai memiliki kandungan senyawa antinutrisi (asam fitat) yakni senyawa yang menghambat proses pencernaan beberapa nutrisi tertentu yang terkandung dalam bahan makanan lainnya yang dalam waktu bersamaan ikut dikonsumsi.

Menurut sejarah, tahu berasal dari dataran Cina dan telah dikenal sejak zaman dinasti Han. Tahu dibuat dari sari kedelai. Sari kedelai adalah hasil perasan dari kedelai yang telah dihancurkan. Sari kedelai ini lalu diendapkan dengan cara ditambahkan koagulan. Olahan kedelai ini bertekstur lembut, berwarna putih atau kuning dan biasanya disajikan dengan cara digoreng atau direbus terlebih dahulu. Berbagai varian tahu pun telah muncul di Indonesia, yakni tahu putih, tahu kuning, hingga yang sedang terkenal sekarang adalah tahu kuring yang teksturnya sangat empuk dan memiliki rasa yang gurih.

Berbeda dengan tahu, tempe dibuat dengan cara fermentasi biji kedelai dengan ragi, atau biasa dikenal dengan ragi tempe. Ragi berfungsi sebagai penghidrolisis senyawa kompleks yang akan menjadi senyawa sederhana supaya mudah dicerna oleh tubuh. Jika telah melewati proses fermentasi tersebut, biji kedelai akan menjadi padat dan menempel satu sama lainnya. Bentuk dari tempe pun tergantung pada cetakan yang digunakan. Bisa jadi persegi atau bulat.

Perbedaan pembuatan tahu dan tempe membuat kandungan nutrsi keduanya berbeda. Senyawa antinutrisi yang terkandung secara alami pada kedelai dalam pembuatan tahu dan tempe juga berbeda. Ternyata, proses fermentasi mampu menghancurkan senyawa tersebut. itulah mengapa tahu lebih banyak mengandung senyawa antinutrisi dibandingkan dengan tempe. Selain itu, proses fermentasi di tempe juga meningkatkan kandungan probiotik yang bermanfaat bagi saluran pencernaan.

Terlepas dari mana yang lebih baik, tempe dan tahu tetap baik untuk dikonsumsi kok #Approntice. Kalau #Approntice lebih suka tempe atau tahu?

Referensi :
Dr. Axe. Tempeh: A Fermented Soybean with Many Probiotic Benefits. (Diakses 17 Oktober 2017)
The Alternative Daily. Tofu vs. Tempeh: There Is a Clear Winner ( Diakses 17 Oktober 2017)
Wang H. 1984. Tofu and Tempeh as Potential Protein Sources in the Western Diet. JAOCS 61(3).

Add comment

Follow Us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Dapur Appron!

Sign up for delicious recipes.
SIGN UP
Close