Appron

JUNK FOOD MASIH AMAN DIKONSUMSI LOH

Makanan rendah-gizi adalah istilah yang mendeskripsikan makanan yang tidak sehat atau memiliki sedikit kandungan nutrisi. Makanan ini dalam bahasa Inggris hingga diberi istilah junk food yang berarti makanan sampah. Disebut demikian karena makanan ini cenderung tidak sehat dan mengandung sedikit zat gizi yang bermanfaat bagi tubuh. Konsumsi junk food yang berlebihan akan berdampak pada kesehatan tubuh kita. Berbagai penyakit degeneratif seperti diabetes, hipertensi, obesitas, bahkan penyakit jantung dapat terjadi bila cara mengonsumsinya tidak benar.

Hampir di seluruh kota, perusahaan junk food berdiri, menjajakan makanan yang cepat dan lezat. Dewasa ini, orang-orang justru lebih memilih junk food sebagai alternatif makanan karena kecepatan penyajiannya dan kepraktisan dalam memperolehnya. Tentu saja banyak yang sudah tahu akan bahaya mengkonsumsi junk food, namun demi melipat waktu sekaligus merasakan kelezatan makanan siap saji yang tanpa ribet harus mengolahnya terlebih dahulu, junk food akhirnya menjadi pilihan.

Makanan yang digolongkan sebagai junk food cenderung makanan yang mengandung tinggi gula, garam, dan lemak. Makanan cepat saji seperti ayam goreng, burger, pizza seringkali dianggap sebagai junk food. Padahal tidak hanya itu saja, minuman manis bersoda, snack kemasan, keripik (chips), bahkan gorengan yang sering dijual di pinggir jalan juga dapat masuk dalam golongan junk food lho, moms.

Sebuah penelitian membuktikan bahwa kebiasaan makan junk food sejak anak-anak akan menimbulkan berbagai penyakit di masa dewasa. Anak-anak yang sering makan permen, coklat, keripik kentang, gorengan, es krim, minuman-minuman manis (jajanan ini mudah didapat di kantin sekolah lho #CookApprontice!) memiliki risiko yang tinggi untuk mengalami obesitas. Jika pola makan seperti ini terus menerus dilanjutkan dan tidak diimbangi dengan variasi makanan lainnya, maka risiko terkena penyakit degeneratif akan semakin besar. Kita tidak mau kan anak-anak kita mengidap penyakit di masa dewasanya? Oleh karena itu, kita harus mengajarkan kebiasaan makan yang sehat pada anak-anak.

Junk food aman dikonsumsi jika tidak terus menerus dalam jumlah besar. Kita boleh sesekali makan junk food, namun harus diimbangi oleh makanan lain yang mengandung serat, vitamin, dan mineral seperti sayur-sayuran dan buah-buahan. Dengan konsumsi sayur dan buah, lemak dari junk food yang masuk ke dalam tubuh tidak terlalu banyak diserap karena ada kandungan serat yang menahannya. Pola makan yang seimbang dapat mencegah timbulnya pengaruh buruk yang timbul dari junk food. Ahli gizi menganjurkan untuk setiap makan 1 porsi junk food sebaiknya diimbangi dengan 2 porsi sayur, buah atau makanan kaya serat lainnya. Selain itu, aktivitas fisik juga penting untuk menjaga peredaran darah serta kesehatan saluran cerna kita agar tubuh tetap bugar dan terhindar dari penyakit.

Nah begitu penjelasannya, ya #CookApprontice. Ayo berbagi pengalaman di kolom komentar!

Referensi :
Ashakiran. Deepthi R. (2012). Fast Food and Their Impact on Health. JKIMSU 1(2) 7-15.
Berg L (2016) Junk Food Facts [New Resources for Nutrition Educators]. J Nutr Educ Behav 48(2) 158 e3.
Datar, A., & Nicosia, N. (2012). Junk Food in Schools and Childhood Obesity. Journal of Policy Analysis and Management : [the Journal of the Association for Public Policy Analysis and Management], 31(2), 312–337.

Add comment

Follow Us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Dapur Appron!

Sign up for delicious recipes.
SIGN UP
Close